Rupa-rupa Kaos Anak Indonesia

10 April 2018 - Kategori Blog

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat memicu perkembangan bidang lain termasuk perkembangan dunia fashion. Kini berbagai model busana terus berkembang baik dalam hal bahan baku, model desain sampai dengan fungsi busana tersebut. Dan ini tentunya bukan hanya untuk pakaian dewasa tetapi juga berlaku pada pakaian anak termasuk kaos anak.

Para desainer busana khususnya desaner Indonesia terus mengembangkan beragam model desain kaos anak untuk memenuhi kebutuhan pasar yang juga semakin banyak. Banyak model kaos yang dikhususkan untuk anak-anak di bawah 12 tahun terus bermunculan seiring inovasi para desainer dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat di antaranya bertema:

  1. Karakter dan tokoh seperti gambar wajah artis, tokoh figur, atau wajah sendiri.
  2. Tulisan atau teks yang berisi candaan, motivasi, dan edukasi
  3. Muslim dan muslimah yakni dengan gambar-gambar atau tulisan yang berkaitan dengan religi

Baik kaos karakter, kaos tulisan atau kaos muslim semuanya menggunakan beberapa metode cetak seperti printing, samblon, air brush, discharge (cabut warna), dan lukisan manual. Metode tersebut merupakan faktor yang bisa membedakan harga kaos anak disamping kualitas bahan baku yang digunakan.

Contoh, kaos lukis akan lebih mahal dari kaos printing karena prosesnya lebih sulit dan hasilnya lebih unik. Kaos printing akan lebih mahal dari pada kaos sablon karena harga tinta dan mesinnya lebih mahal. Kalau dari bahan baku, kaos anak yang menggunakan katun combad akan lebih mahal dari pada kaos yang menggunakan bahan baku polyester.

Apapun material yang digunakan dan apapun metode cetak yang digunakan, desain kaos lebih berperan penting untuk menggaet para pelanggan. Oleh karena itu para desainer banyak yang mengutamakan desain dari pada material dan metode cetak yang digunakan.

Berbagai jenis kaos seperti kaos anak muslim, kaos karakter, dan kaos polos kini dapat dengan mudah kita peroleh secara offline di pasar-pasar tradisional dan di supermarket-supermarket atau melalui online di berbagai toko online, di market place atau di media social seperti Facebook dan Instagram.

Kemudahan tersebut berakibat semakin ketatnya persaingan para produsen, distributor, agen, reseller/dropshipper sampai para desainer pakaian. Mereka seakan berkompetisi untuk merebut hati para pelanggan atau calon pelanggan. Persaingan tersebut bisa terlihat dari penggunaan bahan baku, desain gambar, model busana, kemasan dan packaging, sampai dengan harga dan pelayanan.

,

Comments are closed.

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter